Surat Perjanjian Komitmen Fee Word Fix -

This section states the agreement's name and date.


End of Report

Berikut adalah draf Surat Perjanjian Komitmen Fee yang umum digunakan dalam dunia bisnis. Format ini telah disesuaikan agar profesional, lugas, dan bisa langsung Anda salin ke Microsoft Word.

Pastikan untuk mengisi bagian di dalam kurung siku [...] sesuai dengan data aslinya. SURAT PERJANJIAN KOMITMEN FEE (SUCCESS FEE)

Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal/Bulan/Tahun], yang bertanda tangan di bawah ini:

1. [Nama Lengkap]Jabatan: [Sebutkan Jabatan/Pekerjaan]Alamat: [Alamat Lengkap Sesuai KTP]Nomor KTP: [Nomor NIK](Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA)

2. [Nama Lengkap]Jabatan: [Sebutkan Jabatan/Pekerjaan]Alamat: [Alamat Lengkap Sesuai KTP]Nomor KTP: [Nomor NIK](Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA)

Kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian kerjasama pemberian komitmen fee dengan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1: OBJEK PERJANJIANPIHAK PERTAMA memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA untuk menjadi mediator/perantara dalam transaksi [Sebutkan Jenis Proyek/Transaksi, misal: Penjualan Lahan/Pengadaan Barang] antara PIHAK PERTAMA dengan pihak pembeli/investor/klien.

PASAL 2: BESARAN FEEAtas jasa PIHAK KEDUA, PIHAK PERTAMA berkomitmen memberikan imbalan (fee) sebesar: Rp [Jumlah Angka] Terbilang: ([Sebutkan dalam huruf])

Atau persentase: [Sebutkan %] dari total nilai kontrak/transaksi bersih. PASAL 3: MEKANISME PEMBAYARAN

Pembayaran fee akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA selambat-lambatnya [Jumlah] hari kerja setelah dana dari pembeli/klien masuk ke rekening PIHAK PERTAMA secara sah.

Pembayaran dilakukan melalui transfer bank ke rekening berikut: Bank: [Nama Bank] Nomor Rekening: [Nomor Rekening] Atas Nama: [Nama Pemilik Rekening]

PASAL 4: KERAHASIAANKedua belah pihak wajib menjaga kerahasiaan isi perjanjian ini serta identitas pihak-pihak terkait dalam transaksi ini kepada pihak ketiga mana pun tanpa persetujuan tertulis.

PASAL 5: PENYELESAIAN PERSELISIHANApabila terjadi perselisihan di kemudian hari, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai kesepakatan, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku di wilayah hukum [Sebutkan Nama Kota/Kabupaten].

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap bermaterai cukup yang mempunyai kekuatan hukum yang sama. PIHAK PERTAMA,            PIHAK KEDUA, (Meterai 10.000)

( ................................ )        ( ................................ ) Tips Sebelum Print:

Gunakan Meterai: Tempelkan meterai Rp10.000 di bagian tanda tangan PIHAK PERTAMA (pemberi fee).

Saksi: Jika nilai transaksinya besar, tambahkan kolom Saksi-Saksi di bagian bawah untuk memperkuat legalitas.

Kerahasiaan: Pastikan Anda menyimpan salinan asli setelah ditandatangani.

Apakah ada bagian pasal khusus atau besaran fee tertentu yang ingin Anda tambahkan ke dalam draf ini?

This document is used when a service provider requires a guaranteed, non-refundable upfront payment to secure their time, resources, or to lock in a specific project rate.


A Surat Perjanjian Komitmen Fee (Commitment Fee Agreement) is a legally binding document used primarily in Indonesian business contexts. It formalizes a promise by one party (e.g., a borrower, project owner, or client) to pay a specific fee to another party (e.g., a lender, consultant, intermediary, or funding arranger) as compensation for securing financing, investment, or a business transaction. surat perjanjian komitmen fee word fix

Unlike a success fee (paid only upon deal closure), a commitment fee is often paid to reserve funds, guarantee availability of capital, or compensate for efforts before the main transaction is fully executed.

Be careful: Some parties will write “Fee bersifat tetap” (Fee is fixed) but then add an “escalation clause” in the appendix.

A true “Word Fix” has zero escalation clauses. If you see phrases like “dapat ditinjau kembali setiap 6 bulan” (can be reviewed every 6 months), that is not a Word Fix. That is a variable contract in disguise.

Do not use a generic Word template without legal review. While Word gives you flexibility, the enforceability of a commitment fee agreement in Indonesian courts depends heavily on precise wording. Always:

Verdict: A Surat Perjanjian Komitmen Fee in Word format is useful for drafting and negotiation, but for final execution involving significant sums, convert it to PDF with digital signatures or notarize it for maximum legal protection.


Berikut adalah contoh surat perjanjian komitmen fee dalam format Word:

SURAT PERJANJIAN KOMITMEN FEE

Nomor: [Nomor Surat]

Tanggal: [Tanggal Surat]

PIHAK PERTAMA

Nama: [Nama Pihak Pertama] Alamat: [Alamat Pihak Pertama] Telepon: [Nomor Telepon Pihak Pertama] Email: [Email Pihak Pertama]

PIHAK KEDUA

Nama: [Nama Pihak Kedua] Alamat: [Alamat Pihak Kedua] Telepon: [Nomor Telepon Pihak Kedua] Email: [Email Pihak Kedua]

Dengan ini, Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk membuat perjanjian komitmen fee dengan ketentuan sebagai berikut:

Pasal 1: Definisi

Pasal 2: Besarnya Komitmen Fee

Pasal 3: Pembayaran Komitmen Fee

Pasal 4: Kewajiban Pihak Kedua

Pasal 5: Kewajiban Pihak Pertama

Pasal 6: Sanksi

Pasal 7: Penyelesaian Sengketa

Pasal 8: Penutup

Pasal 9: Pengakuan

Demikian perjanjian ini dibuat dalam dua rangkap, masing-masing rangkap ditandatangani oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

Ttd Pihak Pertama

[Nama Pihak Pertama]

Ttd Pihak Kedua

[Nama Pihak Kedua]

Tanggal: [Tanggal Surat]


Namun perlu diingat bahwa contoh di atas hanya sebagai acuan, dan Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi实际情况. Jika perlu, Anda juga dapat meminta bantuan dari ahli hukum untuk memastikan bahwa perjanjian tersebut sah dan mengikat secara hukum.

Surat perjanjian komitmen fee merupakan dokumen legal vital. Dokumen ini menjamin hak mediator atau agen perantara. Menggunakan format Word yang siap pakai sangat menghemat waktu.

Berikut adalah panduan lengkap dan draf format surat komitmen fee siap pakai. 📌 Apa Itu Surat Perjanjian Komitmen Fee?

Surat perjanjian komitmen fee adalah dokumen tertulis berkekuatan hukum. Surat ini mengikat pihak pertama (pemilik dana/penjual) dan pihak kedua (mediator).

Isi utamanya adalah kesepakatan pemberian imbalan (fee). Imbalan ini diberikan jika transaksi yang diperantarai berhasil diselesaikan. Fungsi Utama Surat Komitmen Fee Kepastian Hukum: Melindungi hak mediator dari wanprestasi.

Kejelasan Nominal: Mengunci angka atau persentase fee pasti.

Bukti Transaksi: Menjadi landasan kuat jika terjadi sengketa. 📌 Komponen Wajib dalam Surat Perjanjian

Agar dokumen Anda sah secara hukum, beberapa poin ini wajib ada: 1. Judul dan Pembuka

Tuliskan judul secara jelas menggunakan huruf kapital. Cantumkan hari, tanggal, bulan, dan tahun pembuatan surat secara rinci. 2. Identitas Para Pihak

Cantumkan data lengkap pihak pertama dan pihak kedua. Data wajib meliputi: Nama lengkap (sesuai KTP). Nomor NIK. Alamat domisili. Pekerjaan dan nomor telepon. 3. Objek Kerjasama

Jelaskan secara detail proyek atau barang yang ditransaksikan. Misalnya nomor sertifikat tanah, lokasi proyek, atau jenis batu bara yang dijual. 4. Nilai Komitmen Fee

Tuliskan nominal fee secara angka dan huruf terbilang. Jika menggunakan persentase, jelaskan dari nilai acuan yang mana. 5. Mekanisme Pembayaran

Atur kapan fee harus dicairkan oleh pihak pertama. Apakah langsung tunai saat transaksi lunas, atau dibagi dalam beberapa termin.

📌 Template Surat Perjanjian Komitmen Fee (Format Word Fix)

Anda bisa menyalin teks di bawah ini ke Microsoft Word. Sesuaikan bagian dalam tanda kurung siku [...]. SURAT PERJANJIAN KOMITMEN FEE This section states the agreement's name and date

Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal] bulan [Bulan] tahun [Tahun], kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: [Nama Pihak 1]No. KTP: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak sebagai Pemilik/Penjual yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama: [Nama Pihak 2]No. KTP: [Nomor KTP]Alamat: [Alamat Lengkap]Dalam hal ini bertindak sebagai Mediator/Perantara yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Para Pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:

Bahwa PIHAK PERTAMA adalah pemilik sah dari [Sebutkan Objek, misal: Sebidang tanah SHM No. xx / Pasokan Batubara].

Bahwa PIHAK KEDUA telah berjasa menghubungkan PIHAK PERTAMA dengan pembeli potensial hingga terjadi kesepakatan transaksi.

Maka dari itu, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian komitmen fee dengan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1: BESARAN KOMITMEN FEEPIHAK PERTAMA berjanji dan mengikatkan diri untuk memberikan komitmen fee kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp [Nominal dalam angka] ([Nominal dalam huruf]) atas tercapainya transaksi objek tersebut di atas.

PASAL 2: METODE PEMBAYARANPembayaran fee akan dilakukan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA secara tunai atau transfer ke rekening resmi PIHAK KEDUA selambat-lambatnya [Jumlah] hari kerja setelah PIHAK PERTAMA menerima pembayaran lunas dari pembeli.

PASAL 3: PENYELESAIAN SENGKETAApabila terjadi perselisihan di kemudian hari, Para Pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai kata sepakat, maka akan diselesaikan melalui jalur hukum di Pengadilan Negeri [Nama Kota].

Demikian surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) bermaterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. [Kota Domisili], [Tanggal Pembuatan]

PIHAK PERTAMA                                         PIHAK KEDUA (Materai 10.000)

(Nama Lengkap)                                              (Nama Lengkap) 📌 Tips Agar Surat Perjanjian Sah Hukum

Gunakan Materai Rp10.000: Tempelkan materai di kolom tanda tangan Pihak Pertama (yang membayar). Tanda tangan harus mengenai sebagian kertas dan sebagian materai.

Hadirkan Saksi: Tambahkan minimal dua orang saksi dari kedua belah pihak untuk memperkuat legalitas.

Cetak Dua Rangkap: Masing-masing pihak harus memegang dokumen asli yang sudah ditandatangani di atas materai.

Untuk membantu Anda menyusun draf yang sempurna, beri tahu saya beberapa detail berikut:

Apa jenis objek transaksi Anda? (proyek, jual-beli tanah, batu bara, atau jasa?)

Bagaimana skema pembayarannya? (langsung lunas atau bertahap?)

Apakah Anda membutuhkan klausul kerahasiaan data (NDA) dalam surat ini?

Saya siap menyesuaikan draf perjanjian di atas agar sesuai dengan kebutuhan hukum Anda!