Seorang pria dari suku Minangkabau yang berbakat namun terpinggirkan karena status sosial jatuh cinta pada seorang wanita yang cantik dan berkelas. Cinta mereka diuji oleh prasangka, politik keluarga, dan perbedaan status—menuju puncak tragis saat kapal van der Wijck mengalami nasib malang yang mengubah hidup semua pihak.
Bagi yang belum pernah menonton, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck bercerita tentang Zainuddin (Herjunot Ali), seorang pemuda Minang perantauan yang jatuh cinta pada Hayati (Pevita Pearce), seorang gadis bangsawan keturunan Arab-Minang. Perbedaan kasta dan restu orang tua menjadi penghalang besar.
Hayati akhirnya menikah dengan Aziz (Reza Rahadian), lelaki kaya raya pilihan orang tuanya. Patah hati, Zainuddin merantau ke Surabaya dan menjadi jurnalis sukses. Takdir mempertemukan mereka kembali saat sekeluarga Aziz hendak menumpang kapal bernama Van der Wijck menuju Makassar. Namun, tragedi dahsyat terjadi: kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Madura. Film ini adalah adaptasi otentik dari novel klasik Hamka yang mengajarkan tentang kesederhanaan, ketulusan, dan bahaya materialism. Seorang pria dari suku Minangkabau yang berbakat namun
If you are looking for the highest quality viewing experience:
The 2013 film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck is a landmark of Indonesian cinema, adapted from the classic 1938 novel by Buya Hamka. To watch or "download" the film through official, high-quality channels, you can access it on major streaming platforms like Netflix and Apple TV+. Film Overview and History The 2013 film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Produced by Soraya Intercine Films and directed by Sunil Soraya, this 2013 romantic period drama required five years of research. Released on December 19, 2013, it was a massive success, drawing 1.7 million viewers, and later saw a 3.5-hour extended release in 2014. Star-Studded Cast
The film features Herjunot Ali (Zainuddin), Pevita Pearce (Hayati), and Reza Rahadian (Aziz), delivering powerful performances. The Heartbreaking Storyline it was a massive success
Set in the 1930s, the story follows Zainuddin, who faces rejection from his love, Hayati, due to strict cultural norms. After Hayati marries the wealthy Aziz, their lives tragically intersect again years later in Surabaya. Critical Reception and Awards
Lauded for its, costuming, and production design, the film won Best Visual Effects at the 2014 Indonesian Film Festival.
Kedua platform ini seringkali memegang lisensi eksklusif untuk film-film lawas Soraya Intercine Films. Cari kata kunci "Tenggelamnya Kapal Van der Wijck" di fitur pencarian. Dengan berlangganan paket premium (sekitar Rp 30.000-50.000/bulan), Anda bisa download film secara resmi ke perangkat HP atau tablet Anda.